12 Tips Mengubah Kebiasaan Boros Menjadi Kebiasaan Hemat

Mengurangi pemakaian plastik berarti ikut serta dalam penyelamatan lingkungan. Banyak manfaat yang bisa didapat dari kartu kredit, tetapi Moms dan Dads juga harus mengetahui risikonya. Lebih baik, Moms dan Dads menyempatkan diri untuk membawa bekal makanan dari rumah.

Jika Anda ingin bersepeda, tidak perlu belanja sepeda yang harganya hingga puluhan juta Rupiah. Jika memang saat ini Anda masih punya cicilan utang, ditambah pendapatan seret, tidak perlu memaksakan diri membeli tanaman hingga jutaan Rupiah. Ada banyak tanaman yang dijual di bawah Rp50.000 yang tak kalah cantik dan bisa menambah suasana asri di rumah. Dilansir dari Media Siber Lampung, kebiasaan untuk menggunakan energi secara tidak tepat guna akan menyebabkan kerugian bagi siapa saja.

Hal yang bisa dilakukan ketika kita sedang berhemat

Kamu harus mencoba untuk memutar uang yang kamu miliki dengan cara membeli barang-barang yang menjadi investasi. Namun, ada tempat liburan yang tidak perlu untuk mengeluarkan biaya mahal. Kamu bisa saja liburan yang murah meriha ke Ragunan, bagi yang tinggal di Jakarta.

Menurut laman resmi Energy sage, sebetulnya terdapat dua dorongan utama untuk menghemat energi listrik, antara lain, untuk menghemat tagihan listrik serta melindungi lingkungan. Semoga informasi seputar cara mendidik anak untuk hidup hemat ini bisa menjadi inspirasi bagi orang tua. Jika Parent Pinters ingin tahu lebih banyak lagi seputar Pintek Students, hubungi tim Pintek sekarang juga untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Memilih mendarat di bandara alternatif bisa membuatmu menemukan harga tiket pesawat yang lebih murah. Ini juga berlaku untuk penerbangan pulang pergi, kamu tak harus menggunakan maskapai yang sama. Lakukan riset singkat dengan cara membandingkan harga tiket pesawat beberapa maskapai, lalu pilih yang termurah dan jadwal terbangnya sesuai dengan kebutuhanmu. Jika perjalananmu membutuhkan dua kali penerbangan alias transit, tak ada salahnya untuk menggunakan dua maskapai yang berbeda. Tak ada jaminan bahwa kamu akan mendapatkan harga tiket yang lebih murah jika menggunakan satu maskapai yang sama untuk penerbangan transitmu. Akui sajadeh,sudah berapa kali setiap akhir bulan kamu berjanji akan berhemat, tapi ujung-ujungnya setiap tanggal tua tiba, kamu akan melihat-lihat isi dompet untuk menghitung uang receh.

Biasanya, orang pelit akan sebisa mungkin mengurangi keperluan, sehingga mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli kebutuhan lainnya. Saat ini berbelanja dengan sistem non tunai menjadi pilihan karena praktis dan tidak ribet. Namun sebagai orang tua, ada baiknya hal tersebut tidak dilakukan, terutama saat kita berbelanja bersama anak. Hindari menggunakan kartu kredit atau dompet digital saat berbelanja bersama anak karena hal itu akan membuat mereka terbiasa dengan kenyamanan. Tidak perlu pakai cara yang terlalu kaku untuk membiasakan anak hidup hemat.

Pola hidup sederhana adalah cara yang paling ampuh dalam mempertahankan kekayaan sekaligus menjadi pola hidup terbaik yang paling cocok dengan sikap hidup hemat. Anda merasa memiliki uang lebih dan menyadari bahwa Anda tidak cukup ‘kuat’ untuk membawa banyak dana? Jika memang begitu, Anda bisa mengalihkan dana cair Anda menjadi bentuk barang yang memiliki nilai investasi seperti emas dan tanah. Dua barang ini merupakan contoh barang investasi dengan kemungkinan rugi yang sangat kecil dan jarang mengalami penurunan nilai, apalagi harga tanah. Hal ini bisa membantu Anda untuk memperkecil jumlah dana cair yang siap pakai dan berpotensi bisa langsung dibelanjakan. Bila Anda telah masuk dalam toko, kecenderungan Anda untuk membeli barang-barang yang bukan kebutuhan semakin tinggi.

Godaan terbesar untuk berbelanja bisa muncul dari akun-akun belanja di media sosial. Seringkali orang menjadi impulsif untuk berbelanja karena membuka akun-akun media sosial seperti Instagram atau Facebook. Untuk mengurangi kebiasaan ini, maka ideas berhemat yang harus Anda lakukan adalah dengan mengurangi intensitas membuka media sosial.

Spending Triggersadalah suatu keadaan dimana kita merasa terpicu mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang belum tentu sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan kita. Pemicu-pemicu ini berakar pada emosi kita dan sebagian besar waktunya terjadi tanpa kita sadari. Pengeluaran emosional terjadi ketika kita menghabiskan lebih banyak uang untuk sesuatu karena didasari sifat-sifat mendasar kita sebagai manusia.