Produksi Meningkat, Ekspor Kopi Petani Tabanan Malah Berpotensi Absen

Diharapkan, dengan semakin banyak pelaku bisnis ekspor kopi, akan semakin menggairahkan bisnis kopi di Indonesia, untuk memenuhi kebutuhan kopi di Dunia, dapat terus bertumbuh dan membantu program pemerintah meningkatan devisa dari komoditas kopi. “Melakukan kajian dan pemetaan pasar, pendampingan, mendatangkan pelatih luar negeri untuk meningkatkan kualitas kopi, memberikan bantuan alat produksi di hilir dan lainnya,” kata dia. Untuk meningkatkan potensi ekspor kopi, pelaku UMKM diminta untuk melakukan upgrade startegi, pembenahan infastruktur, hingga pembentukan organisasi petani kopi. Sejak tahun 2017 hingga April 2020, ekspor kopi paling banyak dilakukan ke Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang, dan Italia. Menurut information dari Badan Pusat Statistik, ekspor kopi mengalami pertumbuhan 6,29 persen sepanjang 2020 dibandingkan dengan 2019.

Mulai dari kopi Gayo di Aceh, kopi Solok di Sumatra Barat, kopi Preanger di Jawa Barat, kopi Kintamani di Bali, kopi Toraja di Sapan, kopi Bajawa di Flores, hingga kopi Wamena di Papua. Dengan keuntungan ini, tak heran jika Indonesia menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Kopi merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Jika kita berbicara tentang Indonesia, kita pasti juga tau akan produksi kopinya yang tidak kalah jika dibandingkan dengan kualitas kopi negara tetangga.

Salah satu kontrak dagang tersebut yaitu antara perusahaan Egyptian Coffee Importer Group dengan PT Asal Jaya, Jawa Timur, dengan kontrak dagang senilia US$ 50 juta. Sementara knowledge Badan Pusat Statistik menunjukkan pada Februari 2020 Indonesia merupakan negara pengekspor nomor satu biji kopi ke Mesir, dengan nilai ekspor sebesar US$ 12,sixty two juta. Nilai ini meningkat 21,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 10,36 juta. “Indonesia memiliki lima jenis kopi spesial, yang tidak hanya ada di Indonesia, namun belum mampu menggairahkan petani dan pelaku usaha kopi di Indonesia,” katanya. Dari nilai tersebut Amerika Serikat masih tetap menduduki peringkat pertama negara tujuan ekspor kopi Indonesia dengan nilai USD281,15 juta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada bulan Februari 2020, Indonesia merupakan negara pengekspor nomor satu biji kopi ke Mesir dengan nilai ekspor sebesar USD 12,62 juta. Nilai ini bertambah 21,seventy five persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD 10,36 juta. Terdapat kenaikan dari sisi kuantitas sebesar 29,53 persen atau senilai 7.274 ton untuk bulan Februari 2020 dibandingkan bulan Februari 2019 yang sebesar 5.615 ton. Tahun ini dengan kondisi iklim yang mendukung, produksi kopi hasil petani di Kabupaten Tabanan diprediksi meningkat dari tahun sebelumnya. Iman yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan International Coffee Organization menambahkan, berbagai upaya untuk meningkatkan harga kopi telah banyak dilakukan.

Setelah proses di atas selesai, eksportir tinggal kirimkan semua dokumen tersebut ke alamat Buyer karena sangat dibutuhkan untuk mengurus kepabeanan di negara tujuan. Exportir memiliki dokumen PEB nantinya akan diserahkan ke Bea Cukai sehingga bisa diterbitkan NPE . Kalau belum punya, solusinya bisa pinjam legalitas eksportir lain yang udah resmi. “Benar ada impor biji kopi dan bubuk yang tercatat di BPS Sumut hingga 2011 lalu, tetapi nilainya jauh lebih kecil dari nilai ekspor,” kata Suharno. Dalam dua tahun terakhir ini Pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar dalam pengembangan infrastruktur air untuk pertanian lahan kering. Hal ini tercermin dari besarnya anggaran yang dialokasikan melalui Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat maupun dari Kementerian Pertanian.

Pangsa pasar ekspor Indonesia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor inside yang berpengaruh adalah luas areal, produktivitas dan permintaan kopi domestik. Sedangkan Faktor eksternal yang berpengaruh adalah ekspor kopi negara-negara produsen utama. Peningkatan luas areal kopi patut dilakukan karena berpengaruh terhadap peningkatan pangsa ekspor kopi, namun dengan belajar pada pengalaman usaha-usaha peningkatan produktivitas kopi per satuan hektar patut diprioritaskan.

Membuat ekspor kopi

Itu sebabnya petani dan pengusaha kopi perlu menindaklanjuti sertifikasi geografis produknya dengan membuat emblem yang bagus, serta kemasan yang menarik. Seperti halnya kopi asal Kerinci yang telah menciptakan model premium bernama Blue Korintji. Terbangunnya brand premium serta sertifikasi indikasi geografis, akan membuat para calon pembeli dari luar negeri lebih tertarik pada kopi nasional, selain karena cita rasa kopi yang khas, tampilannya pun menarik untuk di ekspor. Perhitungan adanya penurunan quantity ekspor itu, juga semakin dipicu dengan prediksi terjadinya penurunan produksi kopi di dalam negeri sekitar 20% dari tahun 2010 akibat faktor cuaca dan tanaman tua.

Disini membuktikan bahwa kopi Indonesia belum mampu dioptimalkan potensi ekspornya ke Jerman. Sehingga ini menandakan bahwa terdapat ruang yang besar bagi pelaku UKM di Indonesia untuk mengambil potensi ekspor kopi Indonesia. Mengedepankan kualitas dan keunikan biji kopi yang spesifik diproduksi dari suatu daerah (disebut single-origin). Makin spesifik penjelasan daerah produksi kopi tersebut, maka akan semakin menjual produknya.